Precision Play, Smart Strategy, Winning Momentum

Lomba Badminton menjadi simbol ketepatan, kecepatan, dan kecerdasan strategi yang mencerminkan karakter generasi digital yang responsif dan inovatif. Setiap reli menuntut fokus tinggi, pengambilan keputusan cepat, serta kemampuan membaca permainan nilai-nilai yang selaras dengan semangat Empowering Digital Generation for Innovative Impact. Melalui kategori Single dan Double, peserta diuji tidak hanya dari segi kemampuan teknis, tetapi juga ketahanan mental, konsistensi, dan kolaborasi tim. Kompetisi ini mendorong lahirnya mahasiswa Universitas Raharja yang unggul secara fisik, strategis, dan sportif dalam menghadapi tantangan masa depan.

Ketentuan Umun

  1. Lomba Badminton merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalis Universitas Raharja ke-27.

  2. Lomba mempertandingkan tiga kategori, yaitu:

    • Tunggal Putra Putri

    • Ganda Putra Putri

    • Ganda Campuran
  3. Setiap peserta boleh mengikuti lebih dari satu kategori (Tunggal atau Ganda).

  4. Ketentuan jumlah peserta
    • Tunggal: 1 orang per slot
    • Ganda: 2 orang per tim
  5. Keputusan wasit dan panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

  6. Sistem pertandingan yang dipergunakan untuk semua nomor adalah “Sistem Gugur”.

  7. Jadwal pertandingan diatur dan ditetapkan oleh Panitia Pelaksana.
  8. Referee dan Wasit ditetapkan oleh Panitia Pelaksana.
  9. Panitia berhak melakukan perubahan peraturan jika diperlukan.

Pendaftaran

  1. Pendaftaran dilakukan secara online melalui website resmi Dies Natalis Universitas Raharja.

  2. Peserta wajib mengisi data dengan lengkap dan benar.

  3. Pendaftaran ditutup sesuai jadwal yang ditentukan panitia.

  4. Peserta dinyatakan sah setelah menerima konfirmasi dari panitia.

Protes

  1. Protes harus diajukan oleh Manager yang bersangkutan secara tertulis ditujukan kepada panitia disertai uang protes sebesar Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) tunai.
  2. Pihak yang memprotes harus memiliki data pembanding dan pihak yang diprotes harus dapat menunjukkan bukti yang diminta untuk bahan penyelesaian.
  3. Apabila pihak yang diprotes tidak dapat menunjukkan/menyerahkan datadata yang diminta sesuai dengan waktu telah ditentukan akan mendapat sanksi DISKUALIFIKASI.
  4. Protes yang tidak memenuhi persyaratan tidak akan dilayani.
  5. Protes dapat dilakukan paling lambat diajukan ke Referee/panitia 15 menit setelah pertandingan yang bersangkutan selesai.
  6. Uang protes menjadi milik Panitia Pelaksana

Peraturan Pertandingan

  1. Peraturan Pertandingan yang dipergunakan adalah Peraturan Pertandingan BWF/ PBSI.
  2. Score System menggunakan “Rally Point” prinsip “The Best of Three Games” (3×21) untuk semua nomor.
  3. Pada point 11 tiap-tiap game, pemain diijinkan untuk istirahat selama 1 (satu) menit dan pelatih diperkenankan ke lapangan untuk memberikan instruksi-instruksi, tetapi pemain tidak boleh meninggalkan lapangan.
  4. Pada waktu pergantian tempat antara game pertama dan game kedua, pemain diijinkan istirahat selama 2 menit. Pelatih diperkenankan ke lapangan untuk memberikan instruksi-instruksi, tetapi pemain tidak boleh meninggalkan lapangan.
  5. Bila terjadi One Game All (game satu sama), pemain diijinkan untuk beristirahat selama 2 (dua) menit.
  6. Seorang pemain diperkenankan mengikuti 3 (tiga) nomor dalam satu turnamen yaitu : tunggal, ganda dan ganda campuran.
  7. Apabila terjadi gangguan, Referee berhak untuk menunda atau memindahkan pertandingan ke tempat/hari lain dengan ketentuan hasil pertandingan yang diperolehnya tetap berlaku/sah.
  8. Barang-barang yang boleh diletakkan dekat lapangan pertandingan hanya air minum dan perlengkapan atlet lainnya sebagai cadangan.
  9. Selama pemain melakukan pertandingan, tidak diperkenankan meninggalkan lapangan tanpa seijin wasit yang bertugas, kecuali menukar raket dengan yang ada dipinggir lapangan pada kesempatan yang ada.
  10. Apabila pemain memerlukan tambahan perlengkapan pada waktu melakukan pertandingan (air minum, raket, dsb) harus sepengetahuan dan melalui Referee.
  11. Pemain yang pada gilirannya harus bertanding, tetapi tidak hadir di lapangan setelah dipanggil 3 (tiga) kali dalam jangka waktu 5 (lima) menit dinyatakan kalah (WO).
  12. Setiap pemain diwajibkan berpakaian/kaos olahraga bulutangkis sesuai peraturan yang berlaku. Catatan : kaos bagi atlet wajib tertera nama atlet, dibawahnya nama Perguruan Tinggi.
  13. Pemain ganda diharuskan mengenakan baju/kaos dan celana dengan warna bebas, namun sama dengan desain bebas.
  14. Pemain yang mendapat cedera di lapangan, apabila tidak dapat melanjutkan pertandingan dinyatakan kalah.
  15. Pemain yang mendapat cedera dan tidak bisa melanjutkan pertandingan, kedudukannya pada nomor lain dapat diganti, apabila nomor tersebut belum memulai pertandingan pertamanya.
  16. Tiap pemain berhak mendapat istirahat 30 (tiga puluh) menit diantara 2 (dua) pertandingan yang harus dimainkannya secara berturut-turut.
  17. Pemain dan Official (manager) bertanggungjawab untuk mengetahui sendiri bila dan dimana harus bertanding, termasuk adanya perubahan jadwal dan sebagainya.
  18. Pemain yang tidak mau melaksanakan pertandingan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan panitia, dinyatakan kalah.
  19. Pemain/atlet dilarang mempergunakan obat (dopping).
  20. Peserta yang belum tiba gilirannya tidak diperkenankan memasuki lapangan tempat pertandingan.
  21. Pelatih yang mendampingi atlet di lapangan harus berpakaian rapi dan bersepatu (tidak memakai sandal dan tidak memakai celana jeans).
Scroll to Top